Senin, 17 Juni 2019

Nasa "Bulan Pernah Terbelah"


      Ada tongkat kayu yang bisa menjadi ular kemudian menelan ular-ular yang ada di sekitarnya. Tongkat yang sama juga bisa membelah laut, ada orang yang tidak mempan dibakar, bahkan luka sedikitpun tidak. Ada orang buta dari lahir bisa disembuhkan, bahkan ada orang mati yang bisa dihidupkan kembali. Semua itu dilakukan oleh manusia biasa seperti kita dan disaksikan oleh manusia lain. Apakah ini sihir? Bukan! Sihir tidak akan bisa melakukan seperti itu. Itu adalah mukjizat. Mukjizat adalah suatu peristiwa atau kejadian luar biasa yang dialami atau dimiliki oleh rasul atas kehendak Allah SWT. dan kejadian tersebut menyalahi adat kebiasaan, hukum sebab akibat dan di luar jangakauan akal sehat manusia.

       Mukjizat bukanlah suatu ketrampilan yang bisa dipelajari atau dilatih seperti sulap, sihir, tenung dan sebagainya, tapi mukjizat adalah karunia Allah, kehendak Allah dan bukan permintaan hambaNya yang diberikan kepada rasulNya sebagai bukti kerasulan sekaligus sebagai senjata untuk melindungi diri dari tindak kejahatan kaumnya.

      Demikian pula dengan rasulullah Saw. Padanya diberikan mukjizat oleh Allah yang mengutusnya tidak hanya Al Qur'an yang merupakan kitab suci yang sejak 14 abad yang lalu hingga kini masih orisinil (asli) tidak ada perubahan (penambahan/pengurangan) dalam ayat maupun hurufnya dan sampai kapanpun tidak akan pernah berubah, Allah juga memberikan mukjizat kepada nabi Muhammad Saw berupa kemampuan *membelah bulan*. Walaupun mukjizat ini tidak seberapa populer sebagaimana mukjizat yang dibawa oleh rasul-rasul yang lain, bahkan umat Islam sendiri mungkin banyak yang belum mengetahui, tapi ini nyata, pernah terjadi dan ada bukti empiris yang bisa disaksikan oleh manusia di abad ini.

      Dalam kitab Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah Saw hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraisy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad Saw untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.” Rasulullah berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.”

      Lalu Rasulullah Saw berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah Saw. memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah Saw berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

       Akan tetapi orang yang berilmu mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

     Atas peristiwa ini Allah SWT kemudian menurunkan ayat Al Qur’an:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ (١) وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (٢)

” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. (1) Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.”(2) (QS 54, Al Qomar: 1-2).

     Kisah itu tidak hanya dikuatkan oleh Allah SWT dalam ayat-ayat tersebut di atas, tapi juga dibuktikan secara empiris oleh sebuah lembaga penelitian luar angkasa milik Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).

     Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris yang pernah mendengar informasi tentang terbelahnya bulan bercerita : "Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang kisah pendaratannya di bulan". Mereka mengatakan,  "ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!"

      Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!” Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ” Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Agama Islam ini tidak mungkin salah…" Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Allaahu Akbar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenali Bahaya Sering Berhutang

    Hutang adalah sesuatu yang wajib dibayar, tapi banyak orang di muka bumi ini menjadikan hutang sebagai kebiasaan, bahkan ada seseorang ...