Rabu, 29 Mei 2019
Rasulullah Menangis Ketika Menerima Wahyu Tentang Ilmu Pengetahuan
RASULULLAH MENANGIS SETELAH MENERIMA WAHYU TENTANG ILMU PENGETAHUAN
1. Tanda-tanda Kebesaran Allah
Kita tidak akan mampu melihat langsung eksistensi (wujud) Allah. Hal itu pernah dilakukan oleh Nabi Musa untuk memantapkan keimanannya terhadap Allah Swt. Beliau bersikeras ingin melihat wujud Tuhan secara langsung, namun Allah katakan bahwa, "kamu sama sekali tidak akan mampu melihatKu". Dibuktikan -- ketika Tuhan menampakkan diri pada sebuah gunung, maka hancurlah gunung itu, dan Musa pun terpental dan pingsan.
Firman Allah :
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ
_"Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman"._ *(Q.S., 7, Al A'raaf : 143).*
Firman Allah :
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
_"Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana"._
Jadi, betapa terbatasnya kemampuan manusia di hadapan Allah. Kalau manusia ingin berkenalan dengan Allah, maka itu bisa dilakukan melalui tanda-tandanya yang tersebar di seluruh alam semesta (ayat-ayat kauniah) dan yang termaktub dalam Al Qur'an (ayat-ayat qauliah). Keduanya akan menuntun kita untuk lebih memahami eksistensi Tuhan, mengenalNya dan berinteraksi denganNya. Hal ini pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim ketika mencari Tuhan. Akhirnya beliau bertemu dengan Allah setelah bereksperimen secara trial and error seperti digambarkan dalam Q.S. 6, Al An'am : 76-79.
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ
_Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam"._ *(Q.S. 6, Al An'am : 76)*
فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْم الضَّالِّينَ
_“Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."_ *(Q.S. 6, Al An'am : 77)*
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
_“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”_ *(Q.S. 6, Al An'am : 78)*
Akhirnya nabi Ibrahim berkesimpulan bahwa benda-benda langit dan bumi tidaklah pantas dijadikan Tuhan karena mereka hakekatnya adalah sama dengan manusia, yaitu makhluk, yang tidak mempunyai kemampuan untuk menghidupkan, mematikan, memberi manfaat dan mudharat kepada manusia. Beliau sadar bahwa Tuhan adalah yang menciptakan, yang mengatur dan yang memelihara alam semesta dan seisinya.
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
_“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”_ *(Q.S. 6, Al An'am : 79)*
Kembali ke Q.S. 3, Ali Imran : 190-191. Mengapa rasulullah menangis tersedu saat menerima ayat tentang penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam? Setidaknya ada dua alasan untuk menjawab pertanyaan ini :
*Pertama*, setiap wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad, tidak serta merta dicopy dalam memori otak, tapi langsung diinstal dalam hati beliau, sehingga beliau langsung faham, walaupun tidak pernah belajar tentang ilmu astronomi dari manapun. Jadi, seperti ada sebuah tayangan video yang diputar di hadapan beliau, sehingga beliau langsung bisa memahami seluruh makna wahyu itu.
*Kedua*, wahyu tersebut diturunkan Allah pada periode Madinah. Artinya, rasulullah sudah pernah mengalami perjalanan isra' mi'raj mengarungi dan menyaksikan betapa dahsyatnya penciptaan jagad semesta ini saat periode Mekah. Maka, ketika menerima wahyu tersebut beliau bagaikan 'bernostalgia' melakukan perjalanan isra' mi'raj. Sungguh tergambar secara nyata makna dari firman Allah tentang penciptaan langit dan bumi. Wallahu 'alam bissawab.
Kedungpring, 29 mei 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kenali Bahaya Sering Berhutang
Hutang adalah sesuatu yang wajib dibayar, tapi banyak orang di muka bumi ini menjadikan hutang sebagai kebiasaan, bahkan ada seseorang ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar